Pemkab Tanah Bumbu Gelar Bimtek Perencanaan untuk Tingkatkan Kapasitas Aparatur DP3AP2KB

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan guna memperkuat kapasitas dan kompetensi aparatur di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Kegiatan ini digelar pada Jumat (21/11/2025) di Batulicin.

Bimtek dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala DP3AP2KB, Erli Yuli Susanti.

Dorong Perencanaan yang Terukur dan Responsif Gender

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Kepala DP3AP2KB, ditegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas perencanaan program. Perencanaan yang baik harus efektif, terukur, sensitif terhadap isu gender, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan visi misi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Bupati, DP3AP2KB memegang peranan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama perempuan, anak, dan keluarga. Oleh karena itu, perencanaan di bidang ini dituntut untuk lebih cermat, berbasis data, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Saya meyakini kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berdampak nyata di masyarakat. Dengan begitu, penyusunan perencanaan dapat memenuhi aspek teknokratis serta mencerminkan nilai keadilan, inklusivitas, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi Antar Sektor

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh peserta Bimtek untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.

Kegiatan Bimtek menghadirkan dua narasumber utama, yaitu:

  • Prof. H. Murtir Jeddawi, SH., S.Sos., M.Si, Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D).
  • Dr. Muhammad Arif, SH., M.Hum, Wakil Ketua TAP2D.

Tekankan Perencanaan Berkelanjutan dan Berdampak

Dalam paparannya, Prof. Murtir menegaskan pentingnya menyusun program yang berkesinambungan dan berorientasi jangka panjang agar target pembangunan dapat dicapai dalam kurun lima tahun.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap perencanaan harus memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, sehingga keberadaan program benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *