BATULICIN – Menjelang pergantian tahun menuju 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan keagamaan dengan menyalurkan insentif bagi para guru ngaji dan guru majelis taklim. Penyerahan insentif tersebut dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di Masjid Agung Al-Falah, Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam rangkaian ibadah Shalat Hajat berjamaah. Agenda keagamaan ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama dalam menyongsong datangnya tahun baru 2026, dengan harapan masyarakat Tanah Bumbu senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa pemberian insentif tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap peran penting para pendidik keagamaan. Menurutnya, guru ngaji dan guru majelis taklim memiliki kontribusi besar dalam membina moral serta membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ia menyampaikan bahwa para guru keagamaan tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda dan masyarakat luas. Peran tersebut dinilai sangat strategis dalam membangun peradaban daerah yang beradab dan berlandaskan nilai spiritual.
“Guru ngaji dan guru majelis taklim adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak. Insentif ini menjadi bentuk apresiasi kami atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian mereka dalam mendidik umat,” ujar Bupati.

Secara keseluruhan, terdapat 1.030 guru keagamaan yang menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Para penerima terdiri atas guru pondok pesantren, guru ngaji, serta guru majelis taklim yang selama ini aktif membina masyarakat di berbagai wilayah.
Program insentif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Tanah Bumbu dalam mendukung sektor pendidikan keagamaan. Pemerintah daerah menilai penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkarakter.
Selain sebagai bentuk dukungan moral dan material, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi akhir tahun bagi seluruh elemen masyarakat. Melalui kebersamaan dalam doa dan ibadah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan para tokoh pendidik keagamaan.
Sinergi tersebut dinilai penting dalam mewujudkan visi pembangunan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab. Pemerintah daerah pun berharap para guru keagamaan terus menjadi mitra strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual.